Blog/Jurnal

Pola makan sehat dengan indeks glikemik rendah, kamu tahu?
Indeks glikemik hanya berlaku untuk jenis makanan yang mengandung karbohidrat. Dengan demikian, sistem ini tidak berlaku untuk jenis makanan, seperti daging sapi, daging ayam, ikan, atau telur.
Dapatkan informasi lebih banyak dari kami

Mutu dan pengaruh pengolahan terhadap indeks glikemik beras
Nilai IG bahan sumber karbohidrat berbeda-beda meskipun kandungan karbohidrat hampir sama. Perbedaan terutama disebabkan oleh jenis polisakarida yang menyusun masing masing karbohidrat. Kandungan amilosa yang lebih tinggi akan cenderung memberikan IG yang lebih rendah. Nasi seperti juga kentang dan roti tawar secara umum dikenal sebagai pangan dengan IG tinggi. Meskipun demikian banyak penelitian yang menunjukkan bahwa varietas dan jenis pengolahan yang berbeda ternyata dapat memberikan IG yang berbeda.
Penerapan pada kesehatan dan faktor yang mempengaruhi indeks glikemik pangan
IG pangan adalah ranking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. Sebagai perbandingan, IG glukosa murni dinyatakan dengan nilai 100. Karbohidrat dalam pangan yang dicerna dan diserap dengan cepat selama pencernaan akan memiliki IG yang tinggi. Respon glukosa darah terhadap jenis pangan (karbohidrat) ini cepat dan tinggi. Dengan kata lain, glukosa dalam aliran darah akan meningkat dengan cepat setelah mengkonsumsi pangan tersebut.
Makanan yang membantu mengatasi gula darah rendah
Makanan yang mengandung tinggi protein, lemak , dan serat, termasuk makanan yang dapat membantu menstabilkan gula darah. Jangan lupa untuk memilih makanan mangandung karbohidrat ndengan nilai indek glikemik rendah, karena xat ini pun bisa membantu membuat gula darah darah kembali normal.
Kenali Gula Darah
Gula darah atau dikenal dengan sebutan glukosa adalah kandungan gula utama yang ditemukan dalam darah, yang didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Gula dalam darah ini merupakan sumber energi yang penting dan memberikan nutrisi ke organ tubuh, otot dan sistem saraf. Kadar gula darah normal pada manusia, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada di kisaran 70 mg/desiliter (dL) hingga 140 mg/dL. Umumnya gula darah akan meningkat setelah makan, namun gula darah masih terbilang normal jika setelah makan angkanya masih kurang dari 180 mg/dL.


















